MenaraImpian.com - 10 Cerita Lucu Humor Ibu Yang Bikin Ketawa
![]() |
| www.menaraimpian.com |
1. Cerita Lucu Ibu: Kelebihan Wanita
Anak: “Bu, apa sih kelebihan wanita itu?”
Ibu: “Ah, belum saatnya nak..”
Anak: “Nggak mau, nggak mau.. Pokoknya jawab!!”
Ibu: “Nanti aja, kalo kamu udah kelas 6.”
Anak: “Yaaaah ibu!!”
BETTING ONLINE - Waktu berlalu, si anak sekarang sudah kelas 6. Tanpa diduga oleh si Ibu, anaknya menanyakan kembali kelebihan wanita.
Anak: “Seperti janji Ibu 2 tahun lalu, apa sih kelebihan wanita itu?”
Ibu: “Ya, kayak kamu itu! Ngotot!”
2. Cerita Lucu Ibu: Celana Dalam
Suatu saat seorang gadis lugu bernama RatmiB29 baru pulang dari sekolah dengan wajah yang bingung. Lalu dia bicara dengan ibunya.
RatmiB29: “Bu kok tadi di sekolah teman-teman laki ngeliatin kolong meja tempat RatmiB29 duduk, kenapa ya?”
Ibu: “Biasanya sih anak laki-laki kalau ngeliatin kolong meja yang didudukin anak perempuan mungkin mereka ngintipin celana dalam Kamu.”
RatmiB29: “Ngintipin celana dalam? Waaah untung Ratmib29 tadi lupa pake celana dalam..”
Ibu: “#%$Q#$@#%”
3. Kalimat Lucu 5 Ibu Yang Harus Kita Jaga
1. Ibu yg mengandung kita.
2. Ibu mertua kita.
3. Ibu dari anak2 kita.
4. Ibu Guru kita.
Dan yg terakhir adalah..
5. IBU JARI kita / JEMPOL.. Karena tanpanya diri kita akan sulit untuk:
4. Cerita Lucu Ibu: Pulang Lebih Cepat
TOGEL ONLINE - Suatu hari seorang ibu bingung melihat anaknya yang masih sekolah SD kelas 3 pulang lebih awal. Karena dia tahu anaknya itu sedikit nakal, maka si Ibu mulai menanyai anaknya dengan rasa curiga.
Ibu: “Ateng kenapa kok kamu udah pulang sekolah padahal baru jam 09.00??”
Ateng: “Begini Bu, Ateng tadi bisa menjawab pertanyaan Ibu guru dengan benar, eh.. Enggak lama Ateng disuruh pulang.”
Ibu: “Oooo.. bagus itu, memmang gurumu tanya apa?”
Ateng: “Ibu guru bertanya, Siapa yang memukul kepaal Ibu dengan kamus ini?”
5. Cerita Lucu Obat KB Ibu
Seorang ibu menemui dokter untuk periksa kehamilan.
Dokter: “Loh ibu ini kan yang tempo hari periksa, emang ibu hamil lagi ya?”
Ibu: “Iya dok?”
Dokter: “Apa obat KB yang saya beri tempo hari ibu tidak minum?”
Ibu: “Minum dok!”
Dokter: “Lantas kenapa ibu bisa hamil??”
Ibu: “Ya, gimana tidak mau hamil dok, obat baru nyampe leher, celana dalam udah nyampe lutut.”
6. Kisah Lucu Ibu: Akibat Racun Tikus
BANDAR ONLINE - Di sebuah keluarga, ada seorang ibu yang sedang hamil tua dan anak pertamanya yang berumur 5 tahun.
Akhirnya tiba hari si ibu melahirkan, Ditahun pertama ibu sangat memperhatikan bayinya, dan selalu memberikan asi secara rutin, dan anak pertamanya pun merasa diabaikan oleh ibunya karna kelahiran adiknya. Suatu ketika timbul niat jahat si anak pertama untuk membunuh adiknya, dia membeli racun tikus.
Akhirnya tiba hari si ibu melahirkan, Ditahun pertama ibu sangat memperhatikan bayinya, dan selalu memberikan asi secara rutin, dan anak pertamanya pun merasa diabaikan oleh ibunya karna kelahiran adiknya. Suatu ketika timbul niat jahat si anak pertama untuk membunuh adiknya, dia membeli racun tikus.
Suatu malam si anak pertama mendatangi ibunya yang sedang tidur karna kelelahan. Anak itu mengoleskan racun tikus pada kedua puting si ibu, tetapi karena terlalu lelah ibu tidak merasakan apa-apa.. Sepanjang malam anak itu tidak tertidur menunggu rencananya berjalan, Pukul enam pagi si ibu telah bangun dan menggendong bayinya,
si anak pertama terheran-terheran, kenapa adiknya tidak mati setelah di racun.
si anak pertama terheran-terheran, kenapa adiknya tidak mati setelah di racun.
Karena merasa frustasi, anak itu lari keluar rumah dan akan menukarkan racun yang ia beli. Begitu sampai di halaman rumah, anak itu tersentak karena ia mendapati supir ibunya telah terkapar dengan mulut penuh busa.
7. Cerita Lucu Ibu: Rumah Type 21
Sepasang keluarga muda, baru punya anak satu umurnya 5 tahun, anaknya bernama si Bagong. Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka: bapak, ibu, dan si anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur. Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau “bobo” mesti kucing-kucingan, nungguin si Bagong tidur dulu. Untuk memastikan bahwa si Bagong udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil si Bagong, kalau Bagong menyahut berarti belum tidur, kalau Bagong diam berarti udah tidur, berarti aman. Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk begituan, terlihat si Bagong sudah terlelap. Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.
Bapak: “Bagonggg??”
Bagong: ”Ya, pak?”
Bapak: “Wah, ternyata Bagong belum tidur.”
Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.
Ibu: “Bagonggg.?!”
Bagong: ”Yaa, buuu?”
BAPAK: ”Gila, belum tidur juga!” (gerutu di dalam hati saking jengkelnya)
TOGEL TERPERCAYA - Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi, ternyata si Bagong masih belum tidur juga. Berkali-kali begitu terus. Akhirnya si bapak-ibu kehabisan kesabaran. Bagong betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Bagong menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa.
Paginya di sekolah Bagong mengadu bahwa semalaman dimarahin habis-habisan sama orang tuanya. Si Ibu guru bertanya kejadiannya, si Bagong kemudian menjelaskan. Si Ibu guru rupanya menangkap permasalahnya apa..
Guru: ”Bagong, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Bagong harus tidur, dan kalau orang tua memanggil Bagong tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar.”
Malamnya Bagong mengikuti nasehat si ibu guru. Beberapa kali Bagong dipanggil nggak menyahut, padahal Bagong sebenarnya mendengar karena memang belum tidur, tapi daripada dimarahi lagi, maka diam saja. Bapak & ibunya sepakat bahwa si Bagong sudah tidur. Mereka juga sepakat mau memulai permainannya. Terus mereka mematikan lampu. Bagong sebenarnya ketakutan dalam gelap, tapi dia juga ketakutan dimarahi maka diam saja. Permainan makin berjalan seru. Heboh. Menggairahkan. Sampai Bagong juga keheranan, tapi dia tetap diam saja. Sampai akhirnya mereka rupanya sudah mau mencapai puncak.
Bapak: ”Aduuuh, buu.. aku mau keluar!!”
Ibu: ”Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr”
Bagong: ”Bagong IKUTTTTTT!!” (teriak ketakutan)
8. Cerita Lucu Mengantar Ibu Ke Pasar
Ibu Omas ingin pergi ke pasar. Ia meminta ketiga anaknya untuk mengantarnya. Anak pertama bernama SIM, anak kedua bernama Helm, anak ketiga bernama Bodoh.
Bu Omas: “Sim anterin ibu ke pasar, yuk..”
Sim: “Ahhh ntar dulu deh, Bu. Saya mau makan dulu.”
Bu Omas: “Helm, anterin ibu ke pasar, yuk.”
Helm: “Ahh, Ibu. Aku mandi dulu, deh.”
Bu Omas: “Bodoh, anterin ibu ke pasar, yukkk..”
Bodoh: “Ayo..”
(Di perjalanan, sepeda motor yang dikendarai si Bodoh diberhentikan polisi).
Bodoh: “Pak, kok saya diberhentiin sih?”
Polisi: “Coba saya liat Sim-mu?”
Bodoh: “Lagi makan, Pak”
Polisi: “Helm-mu mana?” (kebingungan).
Bodoh: “Lagi mandi, Pak..”
Polisi: “Kamu bodoh, ya?!!”
Bodoh: “Iya, Pak. Kok, bapak tau? Hehehe,” (sambil tertawa kegirangan).
9. Cerita Lucu Ibu Yang Belum Pernah Diinjak
Ada seorang ibu orang medan yang tengah mengatuk mau tidur.
Anak: “Ma, Mama udah pernah injak Jakarta?”
Ibu: “Udah nak.”
Anak: “Kalau Bandung?”
Ibu: “Udah anakku..”
Anak: “Kalau Jogjakarta udah?”
Ibu: “Udah..”
Anak: “Kalau Surabaya, Makassar, Papua, Aceh, Ponianak, Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Kendari, Pangkal Pinang, Batam, Palangkaraya udah ma?”
Ibu: (Sambil menahan kantuk) “Tidurlah nak, tinggal mulutmu aja lagi yang belum mama injak.”
10. Cerita Lucu Kursi Untuk Ibu Hamil
BANDAR TERPERCAYA - Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menawarkan tempat duduk bagi ibu hamil dan orang lain yang sudah jelas tidak bisa kalau harus berdiri lama. Suatu hari di sebuah bus kota yang penuh, seorang ibu hamil naik bus yang juga dinaiki oleh Semar. Merasa kalau ibu hamil tersebut lebih membutuhkan tempat duduk, Andi pun mengalah dan merelakan kursinya.
Semar: “Silahkan, Bu.”
Ibu hamil: “Nggak apa-apa, Nak. Tidak perlu kok. Saya masih bisa kok.”
Semar: “Baik, Bu.”
(Semar pun kembali ke tempat duduknya. Merasa tidak nyaman, tidak lama kemudian Andi berdiri kembali).
Ibu hamil: “Tidak perlu repot-repot, Nak. Saya memang ingin berdiri.”
(Semar pun kembali duduk dan sekitar lima menit kemudian, Semar kembali berdiri).
Ibu hamil: (dengan nada meninggi) “Tidak perlu, Nak! Saya masih bisa berdiri!”
Semar: “Saya bukan mau memberi ibu tempat duduk, tapi saya mau turun. Halte pemberhentian saya sudah lewat tahu!”







0 comments:
Post a Comment