MenaraImpian.com - Munculnya Ular Piton di Jakarta Dipicu Kenaikan Populasi Tikus?
![]() |
| www.menaraimpian.com |
Ular phyton reticulatus muncul di saluran air di Pasar Minggu, Jakarta
Selatan. Disebutkan ular selalu hidup mengikuti mangsanya.
Salah satu makanan 'utama' ular adalah tikus. Apakah kehadiran ular piton tersebut dipicu oleh meningkatnya populasi tikus?
Menurut
Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI, Amir Hamidy, hal
tersebut sangat bisa terjadi. Ular pada dasarnya memiliki sensor panas
yang berfungsi untuk mendeteksi semua hewan berdarah panas.
"Tanpa ular tikus akan melimpah jumlahnya. Memang bisa jadi karena
populasi tikus meningkat. Ular juga jadi banyak," kata Amir saat
berbincang dengan detikcom, Selasa (25/4/2017).
"Tikus yang
besar itu, tikus got yang besar-besar itu sebenarnya bukan asli. Itu
dari mana-mana. itu menimbulkan imbalance ekosistem. Harusnya si tikus
tidak ada tapi ada. Otomatis predatornya juga jadi banyak. Jadi efek
domino dari sebuah ekosistem," tuturnya.
Amir menjelaskan, piton
yang ditemukan di Pasar Minggu sepanjang 4 meter merupakan jenis ular
terbesar dan terpanjang di dunia. Meski begitu, hingga saat phyton
reticulatus masih termasuk hewan yang diizinkan untuk dipelihara.
"Secara
hukum tak ada yang mengatur kita dilarang memelihara. Kita belum punya
undang-undang yang mengatur bahwa itu membahayakan secara ekosistem.
Bahkan untuk atraksi pun kita belum diatur," jelasnya.







0 comments:
Post a Comment