![]() |
| www.menaraimpian.com |
Togel Singapura - Penelitian baru NASA ini mengungkapkan "ekor magnetik" misterius di balik planet Mars. Hal ini terungkap berkat wahana antariksa NASA, Mars Atmosphere dan Volatile Evolution Mission (MAVEN).
Penelitian menunjukkan bahwa ekornya membungkuk, yang ditunjukkan sebagai hasil interaksi dengan angin matahari.
Maven berhasil menemukan misterius dan agak sulit untuk menemukan ekor magnetik atau disebut magnetis ekor di belakang planet Merah. Penemuan baru ini menunjukkan magnetotail unik di tata surya yang berfungsi ganda sebagai akibat rekoneksi magnetik, sebuah proses di mana medan magnet yang berlawanan terganggu dan dihubungkan kembali dalam plasma.
Menurut studi terbaru ini, proses rekoneksi magnetik memainkan peran penting dalam menciptakan magnet Mars yang tak terlihat karena merupakan inti dari banyak peristiwa spektakuler yang terjadi di tata surya.
Gina DiBraccio, dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard milik NASA di Maryland, mengatakan bahwa ekor magnetik Mars tidak seperti ekor magnetik yang ditemukan di Venus dan Bumi. Sebaliknya, ini adalah "hibrida di antara keduanya."
"Model kami memprediksi bahwa rekoneksi magnetik akan menyebabkan ekor magnetik Mars berputar hingga 45 derajat tergantung pada arah medan magnet yang dibawa oleh angin matahari," DiBraccio menjelaskan.
"Ketika kita membandingkan prediksi ini dengan data Maven di angin medan angin Mars, mereka sangat terhubung dengan baik," katanya.
Maven dikembangkan oleh NASA sebagai satelit ruang angkasa untuk mengeksplorasi dan mempelajari atmosfer Mars saat berada di orbit. Salah satu misi mereka adalah mengumpulkan data untuk mengetahui bagaimana atmosfer dan air dari planet merah tersebut lenyap.
Penelitian ruang angkasanya mulai berhasil pada 18 November 2013 dan tiba di Mars setahun kemudian.
Planet Mars telah kehilangan medan magnet globalnya miliaran tahun yang lalu, namun bekas jejaknya tetap berada di area tertentu di permukaan planet ini. Menurut penelitian, magnetocol planet ini terbentuk saat medan magnet angin matahari dan permukaan planet bersatu dalam proses rekoneksi magnetik.
Angin matahari bertiup terus menerus dari permukaan matahari ke angkasa sekitar satu juta mil (1,6 juta kilometer) per jam dan terus membawa medan magnet matahari. Jika medan magnet angin matahari diarahkan tepat ke medan magnet dari permukaan Mars, keduanya bertemu dan bergabung membentuk magnetis. Demikian menurut Tech Times, Senin (23/10/2017).







0 comments:
Post a Comment