![]() |
| www.menaraimpian.com |
Judi Togel - Penerbitan Perpres No. 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, berdampak pada pembubaran Unit Pelaksana Program Emas Indonesia.
Kini tugas Satlak Prima dialihkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia. Organisasi induk semua cabang olahraga ini secara langsung terlibat untuk mengawasi persiapan atlet elit ke Asian Games 2018. Lalu bagaimana nasib anggota Satlak Prima setelah dibubarkan?
Ketua KONI Tono Suratman mengatakan kelanjutan nasib personil Satlak Prima bukanlah kewenangannya. KONI hanya mendelegasikan tugas pemerintah yang telah dilakukan oleh Satlak Prima. Namun, dia tidak menutup kesempatan jika ada penambahan personil, asalkan personil yang diambil adalah orang yang benar-benar ahli. Seperti ahli gizi.
"Kalau itu bagus kenapa tidak (direkrut)?" Tono mengatakan kepada detikSport pada Sabtu (21/10/2017).
Sehubungan dengan itu, Tono juga yakin dengan kemampuan personilnya. KONI yang memiliki 79 tahun pengembangan atlet dan memberikan upgrade untuk KONI provinsi, kata Tono, sebenarnya sudah memiliki papan terampil. Termasuk ilmu olahraga, dan kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan pembinaan atlet.
"Sejauh ini kita sudah bekerja meski Prima ada, seperti pembinaan dan peningkatan koni koni-koni sehingga ada PON, Popnas, dan lain-lain. Itu tugas kita adalah sportscience. Jadi sebenarnya saya lebih simpel dengan jumlah yang ada. biaya lebih banyak untuk membayar (menyewa personil) dan tidak gemuk, dan mempercepat birokrasi juga, "jelas Tono.
Selain itu, hampir semua personil KONI juga merupakan papan olah raga. Sehingga proses pengawasan dan pengendalian bisa lebih terintegrasi di masa depan.
"Dari 40 cabang itu ada sekitar 25 olah raga kalau tidak salah, jadi lebih terintegrasi," katanya.
Menanyakan usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memasukkan mantan Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto sebagai penasihat. Tono masih mempertimbangkannya.
"Bahasa Instruksi Wakil Presiden (Jusuf Kalla) itu benar, namun keputusannya masih ada di tangan kita, tapi bukan berarti tidak bisa, tidak otomatis masuk ke dalam organisasi," katanya.







0 comments:
Post a Comment