Saturday, September 23, 2017

Bandar Togel - Ternyata Tak Kurangi Polusi Udara , 12 Tahun Car Free Day Berlaku

www.menaraimpian.com


Agen Togel - Tingkat polusi udara di Jakarta belum berubah meski hampir 12 tahun Bebas Hari Kendaraan Bermotor (HBKB / Car Free Day). Tidak adanya angkutan umum dan trotoar yang nyaman merupakan penyebab tingginya polusi.

Koordinator Komisi Pemberantasan Bensin Timbal (KPBB), Ahmad 'Puput' Syafrudin mengatakan bahwa gaya hidup Jakarta telah meninggalkan kendaraan pribadi HBKB yang diumumkan sejak tahun 2005. Hasilnya masih terkontaminasi polusi udara di Jakarta. .

Menurutnya, HBKB yang bertujuan mengurangi polusi udara belum berhasil. Penurunan polusi udara hanya terjadi pada jalan yang diberlakukan oleh HBKB, sementara udara di jalan lain tingkat polusi tidak berubah.

"Tidak ada angkutan massal yang memungkinkan mobilitas orang dan tidak adanya trotoar dan jalur sepeda karena orang tidak bisa keluar dari kendaraan pribadi. Akibat polusi udara tidak berkurang," kata Ahmad 'Puput' Syafrudin di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Syafrudin menjelaskan, menurunkan tingkat polusi pada HBKB (jalan) tidak mencerminkan penurunan keseluruhan (lingkungan). Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin dikurangi (tingkat polusi), namun kawasan Kasablanka meningkat karena masyarakat saat ini beralih dari Sudirman-Thamrin ke Kasablanka.

Ketergantungan Jakarta pada kendaraan bermotor tidak bisa dihilangkan. Alternatif penggunaan sepeda dan berjalan di trotoar belum terasa nyaman. Sebenarnya, kata Puput, jika hanya 20% warga Jakarta yang mengubah kehidupan dimobilisasi, pengurangan tingkat polusi bisa turun secara signifikan.

"Jadi jika angkutan massal dan semua pengikutnya tanpa kenaikan, orang HBKB berkembang atau bereproduksi, polusi udara tidak akan berkurang," katanya.

Kemacetan di Jakarta hari ini, Puput melanjutkan, menjadi penyebab pencemaran udara yang terakumulasi. Menurut studi CBBB tahun 2016, rata-rata kecepatan kendaraan bermotor di Jakarta hanya 14-15 km / jam. Jumlah orang dengan infeksi pernafasan di Jakarta adalah 2,4 juta pada tahun 2012. Jumlahnya meningkat pada 2016 menjadi 2,7 juta.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup masyarakat mulai terlihat di kota-kota maju di dunia yang telah meningkatkan moda transportasi, termasuk Paris, Hong Kong, Singapura dan Bangkok. "Pencemaran agregat di Jakarta tidak berubah, moda transportasi massal harus menjadi jawabannya," katanya.
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite Translator
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment