![]() |
| www.menaraimpian.com
Judi Togel - Di antara wisatawan mancanegara, Jepang memiliki reputasi yang cukup bagus dalam menyelenggarakan beberapa festival. Karena festival yang digelar di Jepang cenderung nampak aneh dan paling berbahaya di dunia, namun dipegang paling seru.
|
Deberapa festival paling berbahaya dan aneh di Jepang dipandu oleh berbagai kuil Buddha dan tempat suci Shinto yang secara teratur memberi berkah bagi para peserta festival. Dari pelaksanaan festival tersebut, para peserta akan menerima berkah, tunjangan dan dianggap patuh kepada nenek moyangnya.
Di dua kota kecil yang dihuni oleh sebagian besar penduduknya sebagai nelayan, Furubira dan Shakotan dari Jepang, ada festival berbahaya yang masih dilakukan orang. Festival yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Jepang, jika diperhatikan dengan hati-hati mirip dengan salah satu daya tarik di Indonesia dan memiliki risiko bahaya yang sama.
Ya, Festival Tengu diberi nama. Festival ini adalah debus gaya Jepang yang diputar secara dramatis setiap tahun dan biasanya dipegang oleh kuil-kuil Shinto setempat. Selama festival berlangsung, peserta yang merupakan warga setempat akan mengenakan tengu kostum yang rumit dan salah satunya memimpin acara.
Festival tengu biasanya akan berlangsung hingga malam dengan serangkaian acara yang berjalan dramatis. Kalau di mata wisatawan tengu hanya sebatas festival yang melibatkan api, bukan pada anggapan warga setempat yang menganggap tengu luar biasa, karena ini adalah makhluk mitologis Jepang.
Di era modern ini, festival tengu menyajikan makhluk tersebut dengan menggambarkan sosok humanoid berwajah merah, berjenggot panjang, berambut panjang dan berkumis panjang dengan janggut putih panjang. Makhluk ini berjalan dengan sandal jepit kayu Jepang bertumit tinggi sambil membawa tongkat panjang.
Peluncuran dari halaman blog God Knows What, Rabu (20/09/2017), makhluk merah ini akan berjalan di atas api yang berkobar. Namun, bukan hanya dia yang harus dibakar, tapi ada juga beberapa kelompok yang terdiri dari 20 orang lokal membawa kayu berat dari kuil suci ke api.
|







0 comments:
Post a Comment