Menaraimpian.com - Memalsukan orgasme bukan merupakan sebuah kejahatan. Kadang-kadang
perempuan melakukan ini agar pasangannya tidak merasa bersalah, dan percaya
diri atau karena ia ingin menyudahi permainan yang membosankan di ranjang. Ada
juga kasus yang disebut anorgasmia, dimana seseorang tidak bisa atau sulit
mencapai orgasme.
Sebagai
laki-laki, reaksi Anda mungkin kesal, kecewa, atau merasa “tidak mampu”/ tidak
percaya diri menunaikan tugas itu. Tentu Anda tidak rela bila pasangan merasakan
hal itu. Bandar togel online terpercaya - Tapi tahukah Anda, apakah dia benar-benar sampai puncak, atau hanya
berpura-pura? Berikut tanda-tanda perempuan yang memalsukan orgasme menurut
penulis soal hubungan seks, Sophie Saint Thomas:
Dia mencapainya setelah diminta
Beberapa
pria begitu ingin pasangannya mencapai orgasme terlebih dahulu, sehingga
berulang-ulang bertanya, “Sudah belum?”. Pertanyaan itu bagi beberapa perempuan
merupakan desakan untuk segera sampai dan membuat si wanita menjadi tekesan
buru-buru.
Agen casino online - Bukannya
membuat mereka makin dekat dengan puncak, bisa-bisa hal itu justru menurunkan
gairahnya secara spontanitas. Dan bila itu yang terjadi, jangan-jangan ia
memalsukan orgasme agar permainan cepat selesai. Jadi, jangan paksakan pasangan
Anda untuk segera orgasme, biarlah dia menikmati perjalanannya.
Mencapai tanpa pemanasan
Orgasme
sebenarnya bisa saja terjadi dalam seks kilat tanpa pemanasan. Tapi ini adalah
kasus istimewa dimana keduanya benar-benar bergairah karena lama tidak bertemu
misalnya. Agen togel teraman - Pada kebanyakan hubungan seks, perempuan memerlukan foreplay untuk
membuat organnya siap di adu.
Jadi
jangan ragu untuk bermesraan sebelumnya. Pahamilah bahwa seks bukan semata-mata
melakukan penetrasi, namun merupakan rangkaian perjalanan panjang. Penetrasi
hanyalah bagian dari perjalanan itu.
Tak ada pemulihan setelahnya
Menurut
study, setelah mencapai orgasme, perempuan biasanya akan mengalami fase
pemulihan, di mana dia diam tidak berkata-kata atau bergerak selama beberapa
saat. Kecepatan bernafasnya juga berbeda. Dan ia menjadi sensitif dan lebih
mesra.
Agen casino online terpercaya - Tentu
perilaku setiap orang dalam fase ini berbeda. Namun kita bisa merasakan suasana
rileks dan lebih nyaman karena pencapaian itu. Kalau dia mengatakan sudah
mencapai puncak, tapi tidak berada dalam suasana “istimewa” itu, mungkin ia
memalsukannya.
Tidak ada kontraksi
Secara
biologis, saat seorang perempuan mencapai orgasme, otot pinggulnya akan
berkontraksi. Pasangannya akan bisa merasakan tekanan itu. Namun bila pasangan
Anda mendesah-desah tetapi tidak terjadi apa-apa pada otot pinggul dan
vaginanya, mungkin puncak itu belum tercapai.
Ia tiba-tiba ingin permainan yang berbeda
Togel online terbaik - Seseorang
biasanya memiliki pola atau cara untuk lebih cepat mencapai orgasme. Ada yang
lebih suka posisi A, yang lain memilih posisi B. Bila ia kemudian meminta Anda
untuk mengganti ritual bercinta atau bermesraan, mungkin sebelumnya dia tidak
terpuaskan. Ini saatnya untuk mendengarkan keinginan pasangan agar ia bisa
mencapai orgasme sebenarnya.
Berbeda dengan biasanya
Perempuan
memalsukan orgasme untuk berbagai alasan. Pada umumnya, pasangan yang baru
menikah menginginkan hubungan seks yang baik, namun secara emosional dia belum
terlibat atau belum berani menyampaikan apa yang dia inginkan. Maka agar
pasangannya tidak kecewa, ia memalsukannya.
Agen togel terpercaya - Namun
bila Anda telah berhubungan cukup lama dan mengenal pasangan Anda, maka Anda
akan hapal bagaimana pola dan reaksinya saat mencapai orgasme. Nah bila suatu
saat reaksi itu berbeda, mungkin yang terjadi bukan seperti harapan Anda.
Tentu
perilaku masing-masing perempuan berbeda. Tanda-tanda di atas belum tentu sama
persis dengan kejadian sebenarnya karena seks bukanlah ilmu eksakta yang
segalanya harus pasti. Agen casino terjamin - Hal yang paling penting dilakukan pria adalah mengenali
dan memahami apa keinginan pasangannya agar mendapatkan kehidupan cinta yang
indah.






0 comments:
Post a Comment