MenaraImpian.com - TV Jakarta Tembus ke Timor Leste, Brigida Fasih Bahasa Indonesia
![]() |
| www.menaraimpian.com
Saat Timor Leste memerdekakan diri dari Indonesia 15 tahun lalu, remaja
putri bernama Brigida de Jesus ini masih kanak-kanak. Agen Togel Online Terbaik Namun bukan
berarti unsur Indonesia sudah tak ada lagi dalam diri generasi muda
Timor Leste seperti Brigida.
Unsur Indonesia yang dimaksud di
sini adalah Bahasa. Agen Togel Online Terbaik Bahasa Indonesia memang bukan bahasa resmi Timor
Leste, yakni Bahasa Portugis dan Tetun. Namun Bahasa Indonesia masih
bertahan di benak Brigida melalui siaran-siaran stasiun televisi yang
berbasis di Jakarta.
"Kami menonton siaran TV dari Indonesia,
makanya kami bisa Bahasa Indonesia. Dikit-dikit belajar dari TV kan,"
kata perempuan usia 23 tahun ini di Pos Perbatasan Terpadu negaranya,
Batugede, Bobonaro, Timor Leste, Minggu (2/4/2017).
Sambil
berteduh di bawah pohon, dia bercerita bahwa siaran televisi dari
Indonesia bahkan bisa mencapai Ibu Kota Timor Leste, Agen Togel Online Terbaik Dili. Tak perlu
antena yang lain daripada yang lain untuk menangkap siaran itu, cukup
parabola saja seperti yang banyak digunakan masyarakat setempat.
"Di Dili juga masih ada acara TV Indonesia. Ya jauh memang, tapi dapat ditangkap. Pakai parabola biasa saja," tutur Brigida.
Acara
televisi favoritnya adalah reality show bertema pencarian jodoh yang
ditayangkan stasiun televisi swasta. Agen Togel Online Terbaik "Masa tidak pernah nonton sih?"
tanyanya kepada saya.
Perempuan murah senyum berambut keriting
ini berbicara dengan Bahasa Indonesia tanpa terbata-bata. Logatnya juga
mudah dipahami oleh orang Indonesia.
Dia sendiri tinggal di
Batugede yang merupakan kawasan perbatasan. Interaksi dengan orang-orang
Indonesia juga sering dia lakukan, Agen Togel Online Terbaik karena dia sudah setahun bekerja di
toko bebas pajak (duty free) Pos Perbatasan Timor Leste ini
"Yang
beli di duty free kebanyakan orang Indonesia, beli minuman. Barangkali
karena di sana (di luar Pos Perbatasan) terlalu mahal," kata dia.
Di
toko yang dijaganya itu, dijual beraneka jenis minuman keras. Semuanya
dipatok dengan harga Dolar Amerika Serikat (USD). Toko ini tak menerima
mata uang Rupiah.
|







0 comments:
Post a Comment