Menaraimpian.com - Saat KPK desak Polri serius usut kasus teror Novel Baswedan
![]() |
| www.menaraimpian.com |
Bandar Togel Online Sudah 30 hari berlalu sejak kasus penyiraman air keras dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan. Hingga kini, siapa pelaku belum berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. KPK berharap ada strategi lain yang digunakan Polri untuk menangkap pelaku.
Rabu (10/5) lalu,
Polda Metro dan Bareskrim Mabes Polri mencurigai satu orang terduga
pelaku berinisial AL. Agen Casino Online Terbaik Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto
menjelaskan, beberapa hari lalu tim dari Polda metro dan Bareskrim ke
Singapura, tempat Novel dirawat. Di sana penyidik menemui Novel. Dari
sana mendapatkan keterangan ada satu orang yang dicurigai.
"Kemudian,
tim dari Polda Metro Jaya, Reskrim melakukan penyelidikan dan upaya
paksa penangkapan terhadap seseorang berinisial AL. Agen Casino Online TerbaikDan sampai sekarang
masih di dalam penyelidikan, pengembangan dan pengecekan alibi dia,"
kata Setyo di Polda Metro Jaya, Rabu (10/5).
Setyo tak mau
menyatakan bahwa orang yang diamankan tersebut benar pelaku. Setyo
mengatakan, AL ditangkap atas dasar foto yang diberikan oleh Novel
kepada penyidik. Agen Casino Online Terbaik Namun sekali lagi dia mengatakan, orang tersebut belum
tentu benar pelakunya.
"Ya dia kalau berikan foto itu berarti dia
(Novel) mengingat atau melihat sehingga diberikan ke tim. Yang penting
azas praduga tak bersalah. Agen Casino Online Terbaik Itu tetap kami hargai hak seseorang sebelum
dia terbukti melakukan perbuatan itu," kata Setyo.
Sementara itu,
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menambahkan, memang
dua orang yang pernah diberi informasi ke kepolisian. Agen Casino Online Terbaik Berinisial M dan
H. Kemudian polisi melakukan cek alibi, kemudian yang dua orang itu pada
saat kejadian 11 April tak ada di lokasi.
"Saksi H ini berada di
Bekasi, saudaranya kami periksa kalau yang bersangkutan bukan
pelakunya. Yang kedua berinisial M, Agen Casino Online Terbaik posisinya M ada di Tambun," kata
Argo mendalami.
Kasus Novel pun seolah gelap kembali. Agen Casino Online Terbaik Namun Juru
bicara KPK Febri Diansyah mengaku, KPK belum memikirkan apakah perlu
dibentuk tim independen atau pencari fakta. "Kami belum secara spesifik
apakah dibentuk tim independen, tim pencari fakta atau pun memperkuat
tim yang sudah ada atau semacam joint operations atau sejenisnya kami
belum sampai ke sana," kata Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/5).
Meski
begitu, kata Febri, KPK juga menyatakan perlu ada upaya-upaya atau
strategi-strategi lain untuk segera mendapatkan informasi soal penyerang
Novel tersebut. Agen Casino Online Terbaik"Setelah lewat 30 hari ini tentu saja kami tidak
mungkin bisa menunggu dari hari ke hari saja untuk mendapatkan informasi
lebih lanjut perlu ada upaya-upaya lain, strategi-strategi lain yang
dilakukan," tuturnya.
Dia pun menyatakan bahwa perlu dilakukan
koordinasi lebih intens antara KPK dengan Polri untuk membahas secara
serius strategi-strategi atau taktik-taktik baru yang dibutuhkan untuk
mengungkap penyerang Novel itu.
"Kami juga akan mempertimbangkan
secara serius meminta kepada Presiden misalnya, untuk membahas bersama
apa yang bisa dilakukan ke depan karena Presiden kan sudah perintahkan
secara tegas kepada Kapolri. Agen Casino Online Terbaik Kami hargai sikap tersebut dan tentu saja
perintah Presiden itu bukan perintah yang bisa diabaikan begitu saja,"
ucap Febri.
Mengenai kondisi kesehatan Novel, Febri mengatakan
terjadi penurunan. Agen Casino Online Terbaik "Tadi kami mendapatkan informasi yang tidak cukup
baik tekanan mata jadi sangat tinggi sekitar 31 di atas batas normal
dari 16 sampai 21," ujarnya.
Selain itu, Agen Casino Online TerbaikFebri menuturkan pertumbuhan selaput kornea mata kiri Novel terpantau melambat, cenderung stagnan.
"Untuk
di mata kiri memang pertumbuhan selaputnya sangat lambat dan hari ini
ada stagnansi pertumbuhan tersebut jadi kondisinya sangat berbeda antara
mata kanan dan mata kiri,








0 comments:
Post a Comment