MenaraImpian.com - Kepsek SD Setrum Siswa, Kemendikbud: Apa Hubungannya dengan Akademik?
![]() |
| www.menaraimpian.com |
Kepala Sekolah SDN Lowokwaru III melakukan metode penyetruman ke siswa
dengan alasan terapi. Pihak Kemendikbud mempertanyakan hubungan metode
setrum tersebut dengan kajian akademik untuk siswa.
Menurutnya,
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso,
harus ada hubungan yang kuat untuk menunjang metode setrum ke siswa
tersebut.
"Apakah terapi itu memenuhi kaidah akademik? Itu ada
kajiannya. Tidak bisa langsung asumsi bukan ahlinya. Kalau memang perlu
terapi harus konsultasi kepada ahli. Dan dia juga harus membutkikan
terlebih dahulu ada hubungannya dengan kajian akademik. Bandar Togel Online Terbesar Bagaimana
batasannya, apakah orang awam boleh melakukan itu?" kata Ari Santoso,
saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/5/2017).
Ari mengaku belum mengetahui persis soal kejadian ini. Dia hanya
menegaskan, setiap tindak kekerasan yang dialami oleh siswa ada aturan
dan sanksinya. Bandar Togel Online Terbesar Meski demikian, tenaga pengajar juga tidak bisa langsung
dikenai sanksi jika melakukan kekerasan.
"Yang jelas, kekerasan
pada anak sudah ada peraturannya. Kalau itu memang terapi, itu tidak
boleh individual, ada aturannya dengan kementerian terkait, Bandar Togel Online Terbesar yakni
Kementerian Kesehatan. Prinsipnya, kekerasan pada anak didik dan
perlindungan terhadap guru yang menjalankan, ada peraturannya," kata
Ari.
Sebelumnya, insiden dugaan penyetruman terhadap empat siswa
di SDN Lowokwaru III Kota Malang membuat Wali Kota Moch Anton ikut
bicara. Bandar Togel Online Terbesar Menurutnya yang dilakukan kepala sekolah (kepsek) SDN tersebut
kepada siswanya adalah terapi untuk kesehatan pola pikir.
"Bukan
disetrum, terapi kesehatan pola pikir. Sudah ada penanganan khusus,
dengan memanggil yang bersangkutan serta wali siswa melalui diknas, Bandar Togel Online Terbesar "
ujar Anton ditemui wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Selasa
(2/5/2017).
Anton melanjutkan, Kepsek Tjipto Yuwono (TY) tengah
menerapkan sebuah metode dengan jalan terapi tanpa lebih dahulu
berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun Pemkot Malang.







0 comments:
Post a Comment